Mengenal Karakter Anak Introvert & Ekstrovert

Introverso merupakan jenis kepribadian yang cenderung tertutup. Ia lebih nyaman dengan ketenangan, kesendirian namun bukan berarti anti sosial. Biasanya è uno dei tanti bersosialisasi ketika e yang memulai pembicaraan. Energinya akan terkuras ketika berada di keramaian. Aktivitas yang lebih diminati introverso seperti membaca dan menulis.

Ekstrovert adalah jenis kepribadian yang cenderung terbuka. Ia lebih suka bersosialisasi dhanan teman-temannya. Biasanya ia lebih bersemangat ketika kondisi lingkungannya ramai.

  1. Kenyamanan Saat Tampil – Anak yang merasa nyaman ketika diminta tampil of depan publik, Maka ia cenderung ekstrovert. Sebaliknya, anang yang kurang merasa nyaman atau tidak percaya diri tampil of depan publik maka ia cenderung introvert.
  2. Mudah Tidaknya Bercerita – Coba kita perhatikan apakah ha cantato anak mudah bercerita kepada kita come mai yang barusan ia alami mungkin? Jika tidak dan si anak perlu diajukan pertanyaan dahulu, maka ia cenderung introvert. Sedangkan anang yang canta suka bercerita maka cenderung ekstrovert.
  3. Senang Bermain Sendiri – Pernahkah kita mengamati, si può anche sapere come mai di Kamar atau bersama temannya? anak yang lebih suka bermain sendiri cenderung introvert, namun anak yang lebih suka bermain bersama teman atau saudaranya cenderung ekstrovert.
  4. Bersikap Tenang – Saat dihadapkan dengan masalah, anak yang cenderung introvert lebih bersikap tenang. Sebaliknya, anak yang cenderung ekstrovert akan meluapkan emosi atau unek-uneknya.
  5. Tidak Banyak Ngobrol – Anak yang tidak banyak ngobrol bukan berarti anti sosial, ia merasa lebih nyaman dengan berdiam diri dan cenderung introvert. Ketika anak suka bersosialisasi dengan temannya, ia cenderung ekstrovert.

“Pada prosegue pengasuhan, diperlukan adanya kerjasama antara bunda dan ayah. Sosok yang lebih dekat dengan anak biasanya adalah seorang bunda. Padahal peran seorang ayah juga sangat dibutuhkan. ”

Ketika seorang bunda berada pada kondisi merasa kesulitan menasihati anak yang terkesan nakal atau bertindak kurang baik, sedangkan peran ayah hanya sekedar mengantar sekolah, menjemput di masjid, kurang begitu dekatyaheng sanghahun

Ajaklah ayah to ngobrol bersama, ceritakan kondisi perkembangan anak-anak dan kesulitan apa yang sedang dihadapi, lalu minta bantuan ha cantato ayah untuk berkomunikasi dakan anak. Anjuran seorang ayah biasanya lebih logis dan lebih tertanam di alam bawah sadar si anak yang berperan membentuk karakternya.

Lingkungan sangat berperan membentuk atau mengubah kepribadian kita. Jadi tidak menutup kemungkinan, profesi apa pun yang ajan dijalani tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh karakteristik kepribadian.

“Karakteristik diri kita yang unik ini tidak membuat diri terbatasi. Kalau ada suatu minat pada suatu hal, maka kejarlah e yakinlah bahwa karakteristik diri kita itu layak menjadi faktor penentu per menuju hal itu. ”

Ketika kita introverso, keluarkan potensi diri kita per la migliore musica yang baik. Pada saat kita ekstrovert juga carilah hal-hal yang memang sesuai dengan diri kita, sesuai dengan cara Anda agar menghasilkan cara yang baik juga. Pada dasarnya kita tidak boleh mengotak-ngotakkan diri. Yang penting tetap bisa menghasilkan karya.

Wallahu A’lam Bish-shawabi.

Sumber Informasi: Mbak Mutia, seorang Psikolog

Artikel ini merupakan resume program MOZAIK 93,8 FM Radio Suara Muslim Surabaya, 1 Desember 2018